Langsung ke konten utama

BERJILBAB


JILBAB BUKAN SEKEDAR FASHION


Trend jilbab yang sekarang masih mewarnai dunia fashion sempat membuat kita tersenyum. Betapa geliat masyarakat untuk menutup aurat semakin tinggi dengan berbagai model jilbab yang menawan. Di mall, di pasar, di rumah sakit, ditempat-tempat pendidikan; kampus, sekolah baik yang menengah atas, sampai tingkat dasar, dan tempat-tempat umum lainnya kita akan temukan banyak kaum hawa yang memakai jilbab.

Kendati demikian, yang tak jarang membuat kita risih sendiri adalah jilbab yang berkibar tak diimbangi dengan bawahan yang ‘sopan’. Mengapa berjilbab kalo bawahan masih celana jeans dan kaos atau baju ketat yang masih memperlihatkan lekuk-lekuk indah tubuh kaum hawa. Jika demikian, apalah arti jilbab yang dikenakan. Bukankah maksud dan tujuan berjilbab adalah menutup aurat, menghindarkan pemandangan yang mengundang syahwat, dan sebagai identitas muslim yang menjaga keteguhan iman dan takut kepada Allah SWT.

Pakaian adalah penghormatan dari Allah SWT. Dengan pakaian yang rapi dan sopan, manusia terlihat terhormat. Dengan menutup aurat, akan lebih menjaga diri dari fitnah dan maksiat. Allah SWT yang merizkikan manusia berbagai sumber daya alam serta ilham kepada manusia untuk mengolahnya menjadi pakaian yang menjadikan penampilannya indah lagi mulia.

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (Q.S. al-A’rof: 26)



Pakaian yang terbaik adalah takwa kepada Allah SWT. Dengan takwa manusia mendapatkan keberuntungan dan kebahagian baik dunia maupun di kehidupan di alam baka. Ketika pakaian takwa sudah dimiliki secara otomatis pakaian untuk jasad/badan akan disesuaikan dengan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalan serta menjauhi apa yang menjadi larangannya. Berkenaan dengan pakaian wanita muslim Allah SWT berfirman yang artinya:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. al-Ahzab : 59).


Abu Khalid Labib, dalam bukunya  Para Wanita Bertanya Islam Menjawab Permasalahan Wanita dalam Islam, menjelaskan bahwa syarat Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam melaksanakan hijab syar’iy meliputi: hijab harus menutupi seluruh tubuh, harus terbuat dari bahan yang tebal dan tidak tipis/menerawang, tidak dibubuhi minyak yang dapat membangkitkan gairah nafsu lelaki, tidak boleh berupa perhiasan yang berwarna warni dan menarik pandangan, haruslah yang longgar dan tidak boleh pakaian yang ketat atau sempityang bisa memperlihatkan bentuk tubuh yang tidak diperbolehkan, dan hijab tidak boleh berupa pakaian yang menyerupai pakaian laki-laki. Oleh karena Indonesia bukanlah Negara Islam dimana hukum yang berjalan bukanlah hukum Islam secara utuh, paling tidak sebagai warga Indonesia yang muslim, cara kita menata diri lebih mencerminkan jati diri warga negara yang taat agama dan menjaga adat ketimuran yang menjunjung tinggi nilai-nila kesopanan.



    Kemudian, kerapian dan kesopanan berpakain hendaknya diikuti dengan kesholihan berfikir, berucap dan bertindak. Tak selayaknya ketika busana muslim dikenakan kemudian kelakuan arogan yang diperlihatkan. Tak sepantasnya ketika sudah cantik dan anggun mengenakan jilbab, kemudian tanpa risih dan tanpa merasa malu bebas goyang dan berjoged di tempat umum bahkan layar kaca. Tak sepatutnya ketika sudah rapi memakai jilbab, tiada malu bermesraan di tempat umum. Tak semestinya ketika sudah rapi mengenakan jilbab, kemudian tanpa risih makan dan minum sambil berjalan.



    Banyaknya hal buruk yang dilakukan masyarakat tak akan menjadikan hal itu berubah menjadi bernilai baik. Minuman keras yang memabukkan tidak akan menjadi halal ketika diminum bersama-sama dan menjadi kebiasaan saat orkes dangdut berlangsung. Hamil duluan sebelum menikah tak akan menjadi diperbolehkan ketika hal itu tengah ramai terjadi di lingkungan kita. ”Alah…… sudah biasa….!!!” Bukanlah tutur kata bjak orang berpendidikan. Orang cerdas akan selalu memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang harus dipilih sesuai dengan parameter ilmu yang dimiliki, ajaran agama yang diyakini dan norma-norma lain yang menata kehidupan dimana dia berada.







Ubaidillah Teidjo

Dari berbagai sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBENTUK PRIBADI PEMALU YANG TIDAK MEMALUKAN

Maulud Suasana maulud atau lebih tepatnya Rabiul Awwal sebagai bulan dimana Nabi Muhammad SAW dilahirkan masih terasa. Peringatan menyambut kelahiran penutup para Nabi baru saja dimeriahkan pada tanggal 12 Rabiul Awwal 1436 kemaren dengan berbagai kegiatan, baik pengajian, pembacaan al-Barzanji, adz-Dziba’i dan yang lainnya sebagai bukti harapan ummat atas syafaat (pertolongan) yang telah dijanjikan Nabi kepada para pengikutnya yang setia. Namun demikian, tidaklah cukup hanya berkeras suara melantunkan sholawat dengan berbagai lagu dan cara jika tidak dibarengi dengan keteladanan terhadap pribadi Nabi sebagai contoh terbaik di muka bumi ini. Karena sesungguhnya Nabi Muhammad SAW tidak diutus ke bumi kecuali untuk menyempurnakan akhlaq (al-Hadits). Maka mengenal sosok Nabi Muhammad adalah sebuah keniscayaan. Bagaimana mungkin dapat meneladani jika mengenalpun sudah tak sudi. Figur besar yang paling patut dicontoh dan diteladani adalah beliau baginda Nabi Muhammad SAW. Akhlaq beli...

Pertama yang ke Dua

Assalaamu'alaikum...... hallow Mas dan Mbak brooo.....           Dulu Sikhun udah pernah buat blog Brooo, tp g kerumat. sekarang keinginan untuk membuat dan membuatnya muncul kembali dengan harapan bisa menulis sesuatu yang bermanfaat. sehingga pembaca pun tidak sia-sia saat mampir dan meluangkan waktu untuk mengeja huruf demi huruf yang Sikhun persembahkan. karena belum adanya ide yang mucul untuk ditampilkan dalam blog ini, Sikhun awali dengan beberapa bait puisi yang sempat dishare di FB. kenapa, karena puisi ini menggambarkan keadaan sikhun saat itu yang hatinya sudah dicuri oleh sosok yang sederhana namun oleh sikhun menjadi sitimewa karena adanya alat pandang yang berbeda, yaitu yang biasa orang terjemahkan dengan cinta. tiada ruang hampa saat kosong yang kuhadirkan dia datang bersamamu saat lepas yang q pilih maka senyummu yang menyatu saat laut meluas hingga tak bertepi di ujung pandang maka kau tepikan dengan pantai ...

Unek Unik

Diantara ribuan nadham yang terhimpun dalam Alfiyah ibnu Malik ada sebuah nadlom yang ingin Teidjo tulis di sini. yaitu: واجرر أوانصب تابع الذي انخفض # كمبتغي جاه ومال من نهض Satu bait diatas adalah salah satu bait yang terdapat dalam bab اعمال اسم الفاعل yang membahas bahwasannya isim fail itu bisa beramal seperti fi'ilnya. artinya jika fiil itu lazim maka bisa merafa'kan ma'mul marfu'nya (fail). dan ketika isim fail itu terjadi dari fiil muta'addi maka disamping merafakkan fail juga menashabkan maf'ul (ma'mul manshub). akan tetapi ma'mul manshub tersebut bisa juga dibaca jer menjadi mudhaf ilaihnya isim maf'ul tersebut. Nah, bait di atas menjelaskan bahwa ketika ada isim yang mengikuti ma'mul majrur (maf'ul yang menjadi mudhaf ilaih)nya isim fail, maka isim tersebut bisa wajah dua, yakni bisa nashab (mura'atan lil mahal) dan bisa jer (mura'atal lafdhi). sebagai mana contoh: مبتغي جاه ومال من نهض kurang lebih arti...